Jejak Sejarah Desa Sidas
Desa Sidas memiliki jejak sejarah yang kuat dalam perjalanan perjuangan rakyat di wilayah Landak. Nama Sidas tidak hanya dikenal sebagai wilayah pemerintahan desa, tetapi juga sebagai ruang sejarah tempat kisah perjuangan Panglima Pak Kasih dan Jenderal Bardan Nardi diwariskan kepada generasi berikutnya.
Makam Juang Pak Kasih
Makam Juang Pak Kasih merupakan salah satu identitas sejarah terkuat Desa Sidas. Dalam RTRW Kabupaten Landak, kawasan ini dicantumkan sebagai kawasan peruntukan wisata sejarah. Dokumen profil daerah Kabupaten Landak juga menempatkan Makam Pahlawan Pak Kasih di Desa Sidas sebagai salah satu objek wisata sejarah.
Jenderal Bardan Nardi & Panglima Pak Kasih
Dalam antologi cerita rakyat yang diterbitkan melalui repositori Kemendikdasmen, kisah Jenderal Bardan Nardi dan Panglima Pak Kasih ditempatkan dalam konteks perlawanan terhadap tentara Jepang di Desa Sidas. Kisah tersebut memperlihatkan kuatnya ingatan kolektif masyarakat terhadap keberanian para pejuang lokal dalam mempertahankan martabat dan kebebasan masyarakat.
Jejak “Lubang Jepang”
Sumber cerita yang sama menyebut adanya tempat persembunyian bawah tanah yang oleh masyarakat disebut Lubang Jepang di Sidas. Keberadaan situs ini menjadi bagian penting dari memori masa pendudukan Jepang. Lokasi dan kondisi fisiknya masih perlu diverifikasi kembali bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta penelusuran lapangan sebelum ditetapkan sebagai objek wisata aktif.
Makam Juang dan Warisan Nama Pak Kasih
Warisan perjuangan tersebut tetap hidup melalui Makam Juang Pak Kasih di Desa Sidas. Kawasan ini tercantum dalam RTRW Kabupaten Landak sebagai kawasan wisata sejarah dan kembali disebut dalam profil daerah Kabupaten Landak sebagai salah satu objek wisata sejarah. Nama Pak Kasih juga hidup dalam dunia pendidikan melalui SMP Swasta Pak Kasih Sidas dan SMAS Pak Kasih Sidas.
Dari sejarah ke dunia pendidikan
Data Kemendikdasmen mencatat SMP Swasta Pak Kasih Sidas (NPSN 30104397) dan SMAS Pak Kasih Sidas (NPSN 30104459). Nama Pak Kasih bukan hanya dikenang melalui makam juang, tetapi juga hidup dalam identitas pendidikan masyarakat Sidas.
Narasi sejarah di halaman ini merangkum sumber pemerintah, dokumen tata ruang, data pendidikan, dan antologi cerita rakyat. Detail seperti koordinat Lubang Jepang, kronologi lokal, serta riwayat pembentukan Desa Sidas tetap perlu diperkaya melalui arsip desa dan wawancara dengan tokoh masyarakat agar dokumentasinya semakin lengkap.
